Pengelolaan Dana Desa

Harus Transparan dan Setiap Anggaran Memberikan Manfaat Nyata

author Syaiful

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Tuban bersama Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI, Dr. Ahmad Adib Susilo, acara sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa yang digelar di Lynn Hotel Tuban (Syaiful/duta)
Bupati Tuban bersama Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI, Dr. Ahmad Adib Susilo, acara sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa yang digelar di Lynn Hotel Tuban (Syaiful/duta)

i

TUBAN | harianduta.id - Pengelolaan Dana Desa (DD) harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, tertib, dan disiplin. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI, Dr. Ahmad Adib Susilo, dalam kegiatan Sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa yang digelar di Lynn Hotel Tuban

Ahmad Adib Susilo menyampaikan sosialisasi tersebut menjadi forum untuk memperkuat pemahaman sekaligus membuka ruang bertukar informasi mengenai pengelolaan Dana Desa. Menurutnya, pengelolaan Dana Desa tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan pertanggungjawaban keuangan, tetapi juga harus memastikan setiap anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dana desa harus dikelola secara transparan, akuntabel, partisipatif, tertib, dan disiplin. Ini penting agar setiap rupiah yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menekankan perencanaan dan pemanfaatan Dana Desa perlu berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program yang disusun pemerintah desa diharapkan mampu menjawab persoalan serta kebutuhan prioritas yang ada di masing-masing wilayah.

Di samping itu, program pembangunan desa juga perlu disinkronkan dengan program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Sinkronisasi tersebut penting agar pembangunan yang dilaksanakan di tingkat desa dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan secara keseluruhan. Sehingga pembangunan yang dilakukan memiliki arah yang jelas dan saling mendukung

“Keberhasilan pengelolaan Dana Desa tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program harus dirancang agar mampu memberikan kebermanfaatan yang berlipat dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Mas Lindra menekankan pengelolaan Dana Desa harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Dana Desa tidak boleh dipandang sekadar sebagai anggaran yang harus diserap, melainkan menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, menggerakkan perekonomian, dan mewujudkan kesejahteraan.

Bupati menyampaikan membangun Kabupaten Tuban pada hakikatnya juga berarti membangun desa. Desa menjadi tempat masyarakat menjalani kehidupan, mengembangkan usaha, membangun keluarga, sekaligus mengembangkan berbagai potensi ekonomi.

“Desa bukan sekadar titik di peta. Desa adalah tempat di mana pembangunan menemukan maknanya; tempat di mana kebijakan harus benar-benar hadir menjadi manfaat dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Mas Lindra mengingatkan agar pemerintah desa tidak menjadikan serapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, anggaran yang terserap harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Anggaran boleh habis, tetapi jangan sampai harapan masyarakat ikut habis. Anggaran boleh terserap, tetapi manfaat harus benar-benar mengalir,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah desa memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas desa meninggalkan jejak kebaikan. Mulai dari menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, pelayanan yang lebih mudah, perekonomian yang lebih hidup, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati dua periode ini mengatakan pengawasan terhadap pengelolaan Dana Desa harus dimaknai sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola, bukan semata-mata untuk mencari kesalahan.

Pengawasan bukanlah tembok yang menghalangi langkah, tetapi pagar yang menjaga agar langkah pembangunan tetap berada di jalan yang benar,” jelasnya.

Pemkab Tuban melalui Dinas Sosial P3A PMD dan Inspektorat akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Namun, pengawasan dinilai akan semakin kuat apabila dibarengi komitmen pemerintah desa untuk membangun pengendalian dari dalam.

Kepala desa, perangkat desa, BPD, dan masyarakat diharapkan menjadi bagian dalam menciptakan tata kelola Dana Desa yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga perlu diberikan ruang untuk mengetahui, mengawasi, sekaligus memberikan masukan terhadap pembangunan di desanya.

“Kami berharap pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Tuban semakin berkualitas, transparan, dan tepat sasaran. Pemerintah desa juga diharapkan terus memperkuat tata kelola keuangan serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya (sad)

Berita Terbaru

Sukarela, Tidak Ada Pungutan  untuk Pengadaan Laptop

Sukarela, Tidak Ada Pungutan untuk Pengadaan Laptop

Senin, 07 Sep 2026 18:12 WIB

Senin, 07 Sep 2026 18:12 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Dugaan pungutan kepada wali murid kembali mencuat di SMP Negeri 1 Sukorame, Kabupaten Lamongan. Sejumlah orang tua siswa kelas IX …

Ning Ita Tekankan Lima Kriteria Kadarkum

Ning Ita Tekankan Lima Kriteria Kadarkum

Senin, 07 Sep 2026 17:53 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:53 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id – Pemerintah Kota Mojokerto gencar melakukan sosialisasi program Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) guna memperkuat kesadaran dan k…

Jalan Semakin Mantap, Jamula Raih Penghargaan dari IJTI

Jalan Semakin Mantap, Jamula Raih Penghargaan dari IJTI

Senin, 07 Sep 2026 17:50 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:50 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Dianggap sukses dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik guna penguatan konektivitas antar wilayah, Bupati Lamongan …

3C dari Wagub Emil untuk Mahasiswa Baru Unusa

3C dari Wagub Emil untuk Mahasiswa Baru Unusa

Senin, 07 Sep 2026 15:58 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:58 WIB

Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita yang masih jauh, melainkan masa depan yang mulai  dibangun sejak sekarang.…

Memahami Aktivitas Gunung Api di Indonesia

Memahami Aktivitas Gunung Api di Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:50 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYA | harianduta.id - Sebanyak tujuh gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang relatif berdekatan.  …

Tingkatkan Kompetensi Petugas dan Pembangunan Infrastruktur

Tingkatkan Kompetensi Petugas dan Pembangunan Infrastruktur

Senin, 07 Sep 2026 14:26 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:26 WIB

KEDIRI|harianduta.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan perjalanan kereta api serta…