SURABAYA | harianduta.id - Tahun 2026 ini sudah 31 tahun Telkomsel menjadi bagian penting sebagai market leader operator telekomunikasi di Indonesia. Jangkauan Telkomsel di Indonesia termasuk di Jawa-Bali sudah hampir 100% coverage sampai lokasi 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Coverage 4G/LTE Telkomsel sudah nyaris semua wilayah Kota dan Kabupaten. Dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Denpasar, sampai ke pelosok kecamatan, desa dan pedalaman. Sementara 4G Telkomsel sudah masuk 90% + desa di Jawa-Bali. Yang belum biasanya daerah pegunungan tinggi, lembah, atau area hutan lindung yang susah pasang BTS.
Jangkauan jaringan Telkomsel dirasakan betul manfaatnya oleh Kaiza Razak salah seorang nelayan di wilayah Muncar. Sebagai nelayan yang sering melaut di tengah lautan lepas, pastinya sangat membutuhkan jaringan komunikasi untuk koordinasi sekaligus mencari info update terbaru harga ikan sekaligus menawarkannya.
Kaiza Razak menceritakan hanya Telkomsel yang menjangkau jaringan terluar di pojok-pojok wilayah Banyuwangi.
”Tadinya hampir tidak ada sinyal sama sekali, bahkan untuk telepon juga tidak bisa, terutama di perairan dari sisi Alas Purwo. Sinyal itu kami perlukan untuk keperluan komunikasi, karena rawan kecelakaan kapal. Kalau nelayan tidak bisa komunikasi kadang hilang orang dan perahunya, tidak ada sinyal yang bisa menjangkau wilayah tersebut.”
Setelah melakukan optimalisasi pada akhir tahun 2025 lalu, kini sinyal Telkomsel sudah bisa menjangkau wilayah perairan Teluk Biru yang biasa ditempati untuk menangkap ikan. Nelayan Teluk Biru Banyuwangi sangat membutuhkan akses komunikasi, termasuk internet guna mencari informasi harga ikan sekaligus memposting sehingga banyak yang tahu dan minat membelinya.
”Alhamdulillah sekarang sudah ada sinyalnya baik untuk telepon dan internet. Satu-satunya sinyal menjangkau hingga perairan laut hanyalah Telkomsel. Terima kasih untuk Telkomsel, komunikasi menjadi lebih lancar dan cepat. Semoga ke depannya bisa lebih diperkuat lagi sinyalnya dan lebih stabil, karena mayoritas nelayan pakai Telkomsel,” tambah Kaiza.
Kaiza, salah satu dari gambaran banyak nelayan yang sangat terbantu hadirnya jangkauan jaringan Telkomsel sebagai akses komunikasi. Ada banyak ratusan nelayan yang beroperasi di Teluk Biru.
Selain nelayan, Pantai Teluk Biru (Blue Bay) adalah salah satu destinasi hidden gem di Kabupaten Banyuwangi yang terkenal karena warna lautnya yang sangat bening, bergradasi dari biru toska hingga biru tua.
Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, membuat suasana di pantai ini benar-benar alami, hening, dan jauh dari keramaian. Pantai Teluk Biru ini populer sebagai spot snorkeling, destinasi healing alami, lokasi fotografi underwater, dan tempat menikmati sunrise dari atas perahu.
Aksesnya yang hanya bisa ditempuh melalui jalur laut menggunakan perahu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang suka petualangan. Dan sepanjang tahun 2025, sebanyak 3.671.197 wisatawan telah berkunjung dan menikmati berbagai keindahan alam serta kekayaan budaya yang disuguhkan oleh Bumi Blambangan.
Beberapa destinasi andalan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat para pelancong. Sebut saja ikon wisata seperti Pantai Boom Marina, Pulau Merah, Alas Purwo, Teluk Biru, hutan eksotis De Djawatan, hingga keajaiban alam Kawah Ijen yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
Dukung Keselamatan, Produktivitas Nelayan dan Wisatawan
Keluhan para nelayan susahnya mendapat akses komunikasi dan makin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Teluk Biru yang membutuhkan jaringan seluler dan akses internet dijawab Telkomsel.
Langkah Telkomsel sekaligus menyambut baik permintaan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk memperkuat jaringan telekomunikasi di kawasan perairan Teluk Biru, Banyuwangi.
Hal ini bermula saat kunjungannya menemui kelompok perikanan dan nelayan di Dermaga Muncar, Banyuwangi pada pertengahan Juli 2025 lalu. Salah satu keluhan yang diungkapkan oleh nelayan adalah kondisi sinyal telekomunikasi yang lemah saat nelayan tersebut pergi melaut.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel Andrias Indra mengatakan “Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan konektivitas yang merata dan inklusif di seluruh penjuru negeri, Telkomsel berkolaborasi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur menerima keluhan tersebut untuk selanjutnya melakukan optimalisasi guna menghadirkan jaringan yang lebih kuat dan stabil di wilayah tersebut.”
Teluk Biru dikenal sebagai salah satu kawasan strategis bagi nelayan di wilayah Muncar dan sekitarnya serta menjadi destinasi bahari unggulan di Jawa Timur. Namun, lokasi perairan laut tersebut menghadapi tantangan berupa keterbatasan sinyal telekomunikasi. Hal ini berdampak pada aktivitas nelayan, wisatawan, dan petugas untuk berkomunikasi dan pemantauan aktivitas kapal, terutama koordinasi saat kondisi darurat terjadi di tengah laut.
”Kondisi perbukitan di sisi timur Taman Nasional Alas Purwo sekitar Alas Purwo membuat sinyal kurang optimal menjangkau wilayah Teluk Biru. Sehingga, kami melakukan optimalisasi jaringan melalui penambahan perangkat dan penyesuaian arah jangkauan BTS melalui site yang berada di wilayah Negara, Kabupaten Jembrana, yang secara geografis berhadapan langsung dengan Teluk Biru,” lanjut Andrias.
”Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan komunikasi, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi pesisir. Telkomsel percaya bahwa akses digital adalah fondasi penting untuk pemerataan pembangunan dan inklusi sosial yang berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup Andrias.
Pengalaman jelajah destinasi wisata di Banyuwangi dan mudahnya akses internet dirasakan Dewi Hendarti, wisawatan asal Jakarta yang belum lama ini mengunjungi Banyuwangi. Baginya Kabupaten Banyuwangi salah satu kabupaten yang siap dengan infrastuktur pendukung yang diperlukan wisawatan, salah satunya akses internet yang lancar.
“Pulau Merah dan Bangsring serta Ijen jaringan komunikasi lancar. Sangat memudahkan posting ke media sosial saat di lokasi tanpa harus menunggu sampai di hotel,” kata Dewi yang juga menjadi pelanggan Telkomsel.
Bagi Dewi pengalaman berkunjung ke Banyuwangi sangat terkesan, meski jauh dari Jakarta akses darat, kereta dan udara banyak pilihan. Bagi yang butuh cepat bisa menggunakan pesawat langsung dari Jakarta, sementara kereta juga tersedia langsung dari Jakarta. Demikian juga untuk akses darat juga sudah hampir tersambung akses jalan tol ke Banyuwangi.
Telkomsel Hadirkan Pengalaman Terbaik Bagi Pelanggan
Di tengah kehidupan yang semakin digital dan terhubung, Telkomsel menjawab semua kebutuhan dengan teknologi terbaik. Bukan hanya soal kecanggihan, tetapi bagaimana teknologi memahami, membantu, dan hadir lebih dekat dengan manusia.
Memasuki usia ke-31, Telkomsel kembali menegaskan semangat “Melayani Sepenuh Hati” sebagai komitmen menghadirkan pengalaman yang lebih personal, relevan, dan bermakna bagi masyarakat Indonesia, sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pelanggan yang terus menguat hingga saat ini.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan, “Di usia 31 tahun ini, Telkomsel terus berkembang sebagai pemimpin industri telekomunikasi digital di Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil kontribusi, dedikasi, dan kolaborasi berbagai pihak. Kami juga terus melakukan refleksi dan mendorong inovasi agar layanan yang dihadirkan semakin relevan dan memberi manfaat nyata. Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan empati menjadi kunci, sehingga setiap solusi mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan dalam keseharian pelanggan.”
Selama 31 tahun melayani Indonesia, Telkomsel tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai fase penting, mulai dari kartuHalo (1995) dan simPATI (1997), hingga menghadirkan 3G, 4G/LTE, dan Hyper 5G. Perjalanan ini mencerminkan kemampuan Telkomsel beradaptasi sekaligus memperkuat peran dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi bersama berbagai mitra.
Pengalaman ini didukung jaringan 5G yang menjangkau lebih dari 107 kota/kabupaten dengan lebih dari 6.380 BTS 5G, termasuk 5G contiguous di 36 kota/kabupaten. Komitmen keberlanjutan dijalankan melalui BTS Green, dengan lebih dari 360 BTS menggunakan energi terbarukan serta pengelolaan limbah elektronik melalui reuse dan recycle.
Telkomsel juga terus memperluas jangkauan layanan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui berbagai inisiatif konektivitas sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses digital. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan konektivitas tidak semata didorong oleh pertimbangan komersial, tetapi juga oleh misi kebangsaan dalam menghadirkan akses digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Memasuki usia ke-31, kami ingin Telkomsel semakin matang dan terus memperkuat peran dalam mendukung kemajuan Indonesia. Melalui inovasi dan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan agar dapat menjalani hari ini dengan lebih baik dan menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” tutup Nugroho. Imm
Editor : Imam Ghozali