MOJOKERTO | harianduta.id – Warga Kota Mojokerto tidak perlu risau anak-anaknya tidak bisa kuliah karena kekurangan biaya. Sebab, Pemkot Mojokerto telah menyediakan Program Beasiswa Sarjana Talenta Berprestasi (Pro Bestari).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Pro Bestari merupakan program yang telah berjalan selama enam tahun sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
"Kami memang tidak memiliki kewenangan mengelola perguruan tinggi. Namun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, salah satunya melalui indeks pendidikan. Karena itu kami ingin semakin banyak warga Kota Mojokerto yang mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana," katanya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mendukung program tersebut. Setiap mahasiswa yang lolos seleksi akan menerima bantuan sebesar Rp 3,6 juta setiap semester.
Menurut wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini, bantuan tersebut difokuskan untuk membantu meringankan biaya hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan.
"Yang selama ini menjadi keluhan orang tua bukan hanya biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup anak selama kuliah. Karena itu program ini kami hadirkan agar dapat membantu meringankan beban tersebut," katanya.
Pendaftaran Beasiswa Pro Bestari Tahun 2026 dibuka mulai 1 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui media sosial Dispora maupun Pemerintah Kota Mojokerto.
Selain Pro Bestari, Pemerintah Kota Mojokerto juga bersinergi dengan BAZNAS Kota Mojokerto menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Satu Rumah Satu Sarjana. Program tersebut telah berjalan selama empat tahun sebagai upaya mendukung perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Tolong informasi ini disampaikan kepada anak, saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar supaya semakin banyak yang bisa memanfaatkan program ini," pintanya.
Sebagai strategi jemput bola agar informasi beasiswa menjangkau lebih banyak masyarakat, Ning Ita menyosialisasikan program ini hingga ke tingkat kelurahan.
Menurut Ning Ita, sosialisasi tatap muka melengkapi penyebaran informasi yang selama ini dilakukan melalui surat resmi dan media sosial.
“Dengan cara ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa asal Kota Mojokerto mengetahui kesempatan memperoleh beasiswa dan tidak melewatkan masa pendaftaran,” harapnya.ywd
Editor : Imam Ghozali