Lima Tahun Terbaring, Irawan Disambangi Bang Jo

Reporter : Abd Aziz
Bang Jo membesuk Irawan, penderita stoke

SURABAYA I harianduta.id - Bang Jo menemui salah seorang warga yang tengah berjuang melawan penyakit stroke bernama Irawan di kawasan Dukuh Pakis. Irawan sudah sekitar lima tahun hidup dengan kondisi tersebut dan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Kondisi Irawan membuat aktivitasnya tidak lagi seperti dulu. Untuk menjalani kesehariannya, Irawan harus mendapatkan perawatan dan pendampingan dari sang ibu.

Bang Jo datang untuk melihat langsung kondisi Irawan sekaligus mendengarkan cerita keluarga yang selama ini merawatnya. Di tengah keterbatasan, sang ibu tetap berusaha mendampingi putranya.

Ironisnya, sang ibu juga pernah mengalami stroke. Namun, setelah menjalani proses pemulihan, kondisinya kini sudah membaik dan dapat kembali beraktivitas, termasuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Persoalan muncul ketika Irawan membutuhkan pengobatan. Tidak selalu ada anggota keluarga yang dapat mengantarkannya ke fasilitas kesehatan. Sang ibu harus tetap bekerja, sementara tetangga hanya dapat membantu sebisanya.

Selama ini, pihak puskesmas sebenarnya telah melakukan kunjungan ke rumah Irawan untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Namun, kunjungan tersebut belum dapat dilakukan secara rutin.

Untuk memastikan pengobatan tetap berjalan, pihak puskesmas juga beberapa kali mendatangi kediaman Irawan. Langkah tersebut dilakukan karena Irawan tidak memiliki pendamping yang bisa mengantarkan berobat secara rutin.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bang Jo. Menurutnya, warga dengan kondisi seperti Irawan membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti pada satu atau dua kali kunjungan.

Bang Jo berharap puskesmas bersama pihak kecamatan dapat lebih proaktif dan rutin mengecek kondisi Irawan, terutama memastikan proses pengobatannya berjalan dengan baik.

“Jangan sampai warga yang sedang sakit harus berjuang sendiri. Pemerintah perlu hadir memastikan pengobatan, kebutuhan sehari-hari, dan bantuan yang memang dibutuhkan warga bisa terpenuhi,” ujar Bang Jo.

Selain persoalan kesehatan, Bang Jo juga berharap kebutuhan Irawan dan ibunya mendapat perhatian. Termasuk memastikan kebutuhan makanan dan bantuan lainnya dapat diberikan apabila memang diperlukan.

Menurutnya, kondisi seperti ini membutuhkan sistem pengawasan bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga lingkungan sekitar.

RT, RW, tetangga, hingga ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) diharapkan dapat ikut memantau kondisi Irawan. Dengan begitu, apabila terjadi kondisi darurat atau kebutuhan mendesak, pertolongan dapat segera dilakukan.

“Semua harus saling menjaga. Pemerintah melalui kecamatan dan puskesmas, kemudian RT, RW, tetangga, dan KSH bisa bersama-sama mengawasi. Kalau sewaktu-waktu ada kondisi darurat, jangan sampai terlambat ditangani,” kata Bang Jo.

Bang Jo menegaskan, kepedulian terhadap warga tidak cukup hanya dengan mengetahui keberadaannya. Yang lebih penting adalah memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan pelayanan dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran bagi Mas Irawan dan keluarga yang sedang berjuang. Mudah-mudahan ada perhatian dan pendampingan yang terus diberikan,” harapnya.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik gang-gang kecil dan rumah sederhana, masih ada warga yang membutuhkan perhatian. Bagi Bang Jo, hadir menemui mereka secara langsung merupakan bagian dari upaya memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian menghadapi persoalan hidup dan kesehatan.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Sabtu, 05 Sep 2026 13:35 WIB
Minggu, 06 Sep 2026 16:56 WIB
Rabu, 02 Sep 2026 15:35 WIB
Berita Terbaru