JOMBANG I harianduta.id — Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum konsolidasi warga nahdliyin. Perhelatan akbar tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Salah satu bentuk dukungan itu datang dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Ratusan personel Kokam dipastikan ikut diterjunkan untuk membantu pengamanan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan keterlibatan Kokam Muhammadiyah menjadi bagian dari dukungan moral sekaligus penguatan sinergi antarormas Islam.
"Keamanan kita libatkan dari kepolisian, TNI, juga ada dari Banser, keamanan pondok. Dan kemarin juga ada bantuan dari Kokam dari Muhammadiyah itu ada 100 sampai 200 personel. Kemarin datang ke sini, siap support untuk pengamanan,” ujar Gus Rozaq di Kantor Yayasan PPBU, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan pemetaan pengamanan per 18 Agustus 2026, personel Kokam tersebut akan disiagakan untuk mendukung penjagaan di area zonasi luar atau sektor Ring 3.
Kehadiran Kokam di sektor tersebut menjadi bagian dari skema pengamanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Selain Kokam Muhammadiyah, pengamanan juga diperkuat Tim Khusus SIGAP 9, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pagar Nusa, serta jajaran TNI dan Kepolisian.
Kolaborasi lintas organisasi ini menunjukkan bahwa pengamanan Muktamar ke-35 NU tidak hanya bertumpu pada aparat keamanan. Dukungan dari ormas Islam lain menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya agenda lima tahunan NU tersebut.
Lebih dari sekadar kerja sama teknis, keterlibatan Kokam Muhammadiyah juga menjadi simbol persaudaraan dan sikap saling menjaga di antara dua ormas Islam besar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah.
Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi kerja bersama untuk kepentingan yang lebih luas. Muktamar NU di Tambakberas pun menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan indahnya toleransi, kebersamaan, dan solidaritas antarelemen umat.
Di sisi lain, Gus Rozaq memastikan persiapan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU terus dikebut. Hingga 18 Agustus 2026, kesiapan fisik lokasi secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 80 persen.
"Lebih dari 80 persen," demikian gambaran kesiapan lokasi yang terus dimatangkan panitia menjelang pelaksanaan Muktamar pada 27–31 Agustus 2026.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia terus melakukan pemantapan di berbagai sektor, mulai dari kesiapan lokasi hingga koordinasi pengamanan. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat bekerja secara terpadu agar Muktamar ke-35 NU berlangsung aman, lancar, dan khidmat.
Editor : Redaksi