JOMBANG I harianduta.id- Senyum syukur terpancar dari wajah Wiji Astutik, pengajar TPQ At-Taqwa Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Jombang, setelah menjalani pemeriksaan mata dan menerima bantuan kacamata gratis dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Layanan tersebut berlangsung di Area Makam KH Usman, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). Bagi perempuan yang akrab disapa Tuti itu, kacamata yang diterimanya bukan sekadar alat bantu penglihatan, tetapi juga menjadi penunjang untuk kembali nyaman membaca dan menyimak bacaan Al-Qur’an para santri yang ia ajar.
“Program ini sangat bagus karena beberapa guru TPQ usianya sudah pralansia dan lansia, jadi kacamata ini memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Tuti mengikuti seluruh tahapan pelayanan yang disiapkan panitia. Proses dimulai dari pendaftaran secara online melalui media sosial, registrasi ulang di lokasi, hingga pemeriksaan mata oleh tenaga profesional.
Menurutnya, seluruh proses pelayanan berlangsung tertib dengan waktu antrean yang tidak terlalu lama. Selain pemeriksaan kondisi penglihatan, peserta juga mendapatkan pemeriksaan terkait sejumlah faktor kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi mata.
“Antreannya tidak begitu lama dan pelayanannya sangat bagus. Setelah registrasi ulang, kami menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh,” tuturnya.
Usai menjalani pemeriksaan, peserta diberikan kesempatan memilih bingkai kacamata sesuai kenyamanan masing-masing. Kacamata selanjutnya dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikirimkan langsung ke alamat peserta.
Bagi Tuti, bantuan tersebut terasa sangat berarti. Ia mengaku terakhir kali melakukan pemeriksaan mata pada 2002. Karena itu, kacamata yang selama ini digunakannya memang sudah waktunya diganti.
Ia berharap kacamata baru tersebut dapat menunjang tugasnya sebagai pengajar Al-Qur'an. Kejelasan penglihatan dinilai penting bagi seorang guru ketika menyimak sekaligus membimbing bacaan para santri.
“Harapan saya, kacamata ini dimanfaatkan dengan baik agar saat mengajar tidak ada lagi kesalahan membaca yang bisa membingungkan santri. Ini sangat membantu proses belajar-mengajar,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, mengatakan program pembagian 1.000 kacamata gratis tersebut memberikan perhatian khusus kepada para pendidik keagamaan, mulai guru ngaji, guru TPQ, hingga guru madrasah.
Menurutnya, para guru ngaji memiliki peran besar dalam membimbing generasi muda. Karena itu, kesehatan penglihatan mereka juga perlu mendapatkan perhatian agar aktivitas mengajar dapat berlangsung secara optimal.
“Penglihatan mereka perlu mendapat perhatian khusus agar aktivitas mengajar dapat berjalan lebih nyaman dan maksimal,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Tuti berharap semakin banyak guru ngaji mendapatkan manfaat layanan kesehatan. Ia juga berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang membawa keberkahan sekaligus menghasilkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan warga Nahdliyin.
“Semoga Muktamar ini membawa berkah bagi seluruh warga Nahdliyin, khususnya masyarakat Jombang,” pungkasnya.
Editor : Redaksi