Muktamar NU Ketat, Hanya Muktamirin Resmi Bisa Masuk Arena

author Abd Aziz

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq
KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq

i

JOMBANG I harianduta.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menerapkan sistem pemeriksaan peserta secara ketat sejak dari pintu gerbang pesantren. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hanya muktamirin yang terverifikasi yang dapat memasuki area pendaftaran dan penginapan.

Penerapan sistem tersebut terlihat sejak hari pertama pelaksanaan Muktamar, Kamis (27/8/2026). Setiap bus atau kendaraan yang membawa rombongan peserta dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) maupun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) langsung menjalani pemeriksaan ketika tiba di gerbang pesantren.

Panitia kemudian memilah rombongan berdasarkan status peserta. Hanya muktamirin resmi yang diperbolehkan turun dari kendaraan untuk membawa koper dan menjalani proses registrasi. Sementara anggota rombongan lainnya diminta tetap berada di dalam bus dan diarahkan menuju lokasi penampungan di luar arena utama.

Pola tersebut membuat arus kedatangan peserta lebih tertib. Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan proses registrasi selesai, muktamirin resmi selanjutnya diantar menuju lokasi penginapan menggunakan armada becak listrik yang telah disiapkan panitia.

Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan, pemeriksaan ketat bukan dimaksudkan untuk mengurangi keramahan pelayanan, melainkan memastikan seluruh rangkaian Muktamar berlangsung tertib dan terkendali.

Meskipun panitia mengedepankan layanan yang ramah, verifikasi dokumen administrasi peserta tetap dilakukan secara tegas dan tanpa pengecualian.

"Hanya muktamirin yang terverifikasi secara sah yang berhak mendapatkan ID card resmi dan diarahkan menuju lokasi penginapan yang telah ditentukan," ujar Gus Rozaq.

Sistem pengamanan Muktamar tidak hanya mengandalkan pemeriksaan manual. Panitia pusat juga memanfaatkan teknologi digital untuk memantau pergerakan dan aktivitas peserta secara lebih terintegrasi.

Ketua Panitia Pusat (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, sistem pengawasan digital tersebut didukung lebih dari 100 titik kamera CCTV yang terhubung secara real-time dengan command center.

Teknologi pengawasan itu diperkuat dengan penggunaan ID card berbasis cip anti-duplikasi. Dengan sistem tersebut, identitas muktamirin dapat diverifikasi sekaligus memastikan kartu peserta tidak mudah digunakan oleh pihak lain.

Panitia juga menyiapkan AI agent yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp. Fitur ini dirancang untuk membantu peserta dalam berbagai kebutuhan selama Muktamar, mulai dari mengecek posisi kamar penginapan, melaporkan barang hilang, hingga mengirimkan sinyal darurat medis yang dapat segera diteruskan kepada petugas.

Dengan kombinasi pemeriksaan langsung dan sistem digital, panitia dapat mengetahui identitas peserta bahkan sebelum mereka tiba di lokasi Muktamar. Data registrasi dan aktivitas peserta juga tercatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pengawasan.

"Bahkan kita sudah melibatkan teknologi. Jadi tak ada yang bisa main-main. Setiap pendaftaran dan kegiatan sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat, kami sudah tahu nama-nama yang ditetapkan secara resmi," tegas Gus Ipul saat meninjau lokasi.

Ketatnya sistem tersebut menunjukkan bahwa Muktamar ke-35 NU tidak hanya disiapkan sebagai forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga sebagai perhelatan besar yang menempatkan aspek ketertiban, keamanan, dan akurasi data peserta sebagai bagian penting dari penyelenggaraan.

Tag :

Berita Terbaru

Usai Ditetapkan, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah

Usai Ditetapkan, Gus Kikin Tandatangani Kontrak Jam’iyyah

Senin, 31 Agu 2026 21:53 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:53 WIB

JOMBANG I harianduta.id – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin langsung menandatangani dan membacakan Kontrak Jam’iyyah setelah secara resmi ditetapkan seb…

Mengenal Gus Kikin, Ketua PBNU 2026-2031

Mengenal Gus Kikin, Ketua PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agu 2026 19:42 WIB

Senin, 31 Agu 2026 19:42 WIB

JOMBANG I harianduta.id — KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 pad…

Disdik Dorong Sekolah Berdampak dan Berkinerja Unggul

Disdik Dorong Sekolah Berdampak dan Berkinerja Unggul

Senin, 31 Agu 2026 18:56 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:56 WIB

SURABAYA | harianduta.id  - Kepemimpinan baru SMP dan SMA Dr. Soetomo periode 2026–2030 mendapat tantangan untuk tidak sekadar mempertahankan kinerja sekolah, t…

Bupati Yes Beri Gambaran Potensial Ekonomi Lamongan

Bupati Yes Beri Gambaran Potensial Ekonomi Lamongan

Senin, 31 Agu 2026 18:04 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:04 WIB

LAMONGAN | harianduta.id - Menjadi salah satu narasumber dalam Bincang Ekonomi Daerah bersama Mahasiswa UNISLA (Universitas Islam Lamongan) pada Senin (31/8),…

Ini Pesan Khofifah di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Ini Pesan Khofifah di Penutupan Muktamar ke-35 NU

Senin, 31 Agu 2026 17:46 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:46 WIB

JOMBANG I harianduta.id – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi berakhir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (…

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang

Senin, 31 Agu 2026 15:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 15:25 WIB

JOMBANG I harianduta.id – Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten J…