Riyono Caping : Bawang Putih Bisa Swasembada, Impor Untungkan Petani Asing 

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV 
Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV 

i

NUSABARU - Bahan pokok bawang putih sampai saat ini masih di penuhi 96�ri impor, hanya 4% produksi dalam negeri. Kebutuhan setiap tahun sekitar 700 ribu ton dengan harga per kg antara 17.000 - 25.000/kg. Artinya setiap tahun kita mengeluarkan uang kisaran trilyunan rupiah agar kebutuhan bawang putih terpenuhi. 

“Selama ini sudah puluhan tahun kita di doktrin bahwa bawang putih kita gak bisa swasembada, kenapa? Karena di situ ada impor dan ada mafia rente yang mereguk keuntungan trilyunan rupiah dari proses impor” papar Riyono Caping Aleg DPR Komisi IV.

Apa bisa kita swasembada? Teorinya sangat bisa. Dalam kunjungan spesifik di Karanganyar Jawa Tengah komisi IV mendengarkan paparan dari Dirjen Holtikultura bahwa untuk swasembada bawang putih bisa dilakukan dalam waktu 3 tahun, atau 2029 dengan persiapan mulai 2026 ini. 

“Kalau ada politik anggaran dan kemauan sebenarnya bisa dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih kita butuh 100.000 benih, 120.000 Ha lahan dengan kebutuhan anggaran kisaran 7 Trilyun. Angka yang masih terjangkau untuk menghasilkan swasembada dan terhindar dari mafia serta negara asing” papar Riyono. 

Lalu kenapa gak segera di mulai? Inilah tantangan beratnya. Para importir dan mafia rente terlalu lama menikmati ketidakberdayaan ini. Mereka memanfaatkan isu bahwa Indonesia tidak bisa swasembada bawang putih, lebih baik dan mudah impor saja. Petani asing yang untung, petani Indonesia gigit jari dari bawang putih ini. 

“Setelah beras, berikutnya jagung dan juga bawang putih. Indonesia mampu, anggaran harusnya tersedia karena visi Presiden adalah kedaulatan pangan berbasis produksi dalam negeri, bukan impor” tutup Riyono. (Red)

Berita Terbaru

Bank Indonesia Sosialisasi Local Currency Transaction

Bank Indonesia Sosialisasi Local Currency Transaction

Jumat, 04 Sep 2026 08:11 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:11 WIB

Ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi menuntut respons kebijakan yang cepat dan tepat.…

Hasil Riset YAGITU Diserahkan ke Pemprov Jatim

Hasil Riset YAGITU Diserahkan ke Pemprov Jatim

Kamis, 03 Sep 2026 21:19 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:19 WIB

Yayasan  Generasi Inovatif Tunas Unggul (Yagitu) menyerahkan hasil riset Evidence-Based Policy. …

Chef Arnold Ajak Orang Tua  Cek Komposisi

Chef Arnold Ajak Orang Tua Cek Komposisi

Kamis, 03 Sep 2026 21:10 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:10 WIB

Susu formula tidak boleh sembarangan diberikan pada anak.…

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kota Kediri Jadi Rujukan Pemkab Kotawaringin Timur Penerapan PUG

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

  KEDIRI|harianduta.id-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) …

Kepala SPPG Srampat 2 Klarifikasi Keluhan Petani soal Dugaan Limbah

Kepala SPPG Srampat 2 Klarifikasi Keluhan Petani soal Dugaan Limbah

Kamis, 03 Sep 2026 17:21 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:21 WIB

LAMONGAN | harianduta.id  - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2, Haikal Al-Fharisi, memberikan klarifikasi terkait keluhan salah seorang …

Dukung Pramuka Berbuah Lencana Melati

Dukung Pramuka Berbuah Lencana Melati

Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

MOJOKERTO | harianduta.id - Komitmen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam mendukung Gerakan Pramuka mendapat apresiasi dari Kwartir Nasional (Kwarnas)…