PT IBM Diminta Beri Penjelasan Terkait Bau Menyengat yang Ganggu Warga

Reporter : Syaiful
Perwakilan warga dan Pemdes mendatangi perusahaan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait bau menyengat yang diduga berasal dari gangguan atau kegagalan sistem pengelolaan limbah di area operasional perusahaan. FOTO/syaiful

TUBAN | harianduta.id – PT Indo Mina Bahari (IMB) diminta  klarifikasi secara terbuka terkait keluhan warga adanya bau menyengat.  

Bau itu diduga berasal dari gangguan atau kegagalan sistem pengelolaan limbah di area operasional perusahaan.  

Keluhan warga terkait adanya bau menyengat tersebut pertama kali dirasakan warga Dusun Soco, Desa Socorejo, pada Sabtu  (5/9/2026) malam. Mereka merasa terganggu dengan bau tersebut beberapa warga melaporkannya kepada Kepala Dusun (Kadus) Soco, keluhan tersebut kemudian diteruskan ke Pemdes setempat. 

Kepala Desa Socorejo, Z. Arief Rahman Hakim, Selasa (8/9/2026) menuturkan pihaknya mendapatkan keluhan adanya bau menyengat oleh warga yang diduga berasal dari gangguan sistem pengelolaan limbah PT Indo Mina Bahari.  

Namun Pemdes Socorejo menegaskan bahwa penyebab serta dampak lingkungan dari kejadian tersebut masih perlu diverifikasi oleh pihak yang berwenang. 

Pihaknya juga menegaskan bahwa Pemdes pada prinsipnya mendukung investasi dan kegiatan industri. Namun investasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. 

“Kami mendukung investasi, tetapi jangan sampai masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri justru harus menanggung dampaknya. Ketika terjadi gangguan yang dirasakan warga, perusahaan harus hadir, terbuka, dan bertanggung jawab. Jangan menghindari komunikasi," kata Kades. 

Menurut Arief, persoalan yang menjadi perhatian Pemdes bukan hanya munculnya bau, tetapi juga pentingnya membangun sistem komunikasi yang cepat antara perusahaan, Pemerintah Desa, dan masyarakat ketika terjadi kondisi tidak normal seperti saat ini. 

“Kalau memang terjadi kegagalan sistem, sampaikan apa yang terjadi, apa penyebabnya, apakah ada resiko bagi masyarakat, apa yang sudah dilakukan, dan bagaimana memastikan kejadian tersebut tidak terulang. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan,” pintanya. 

Pemerintah Desa Socorejo telah meminta Manajemen PT IMB memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab kejadian, sumber bau, langkah penanganan yang telah dilakukan serta tindakan perbaikan dan pencegahan ke depan. 

Pemdes juga meminta perusahaan memperbaiki pola komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Socorejo sebagai pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terdampak. 

“Jangan menunggu masyarakat marah baru komunikasi dibuka. Kami lebih menginginkan penyelesaian melalui komunikasi yang baik. Tetapi kalau komunikasi diabaikan dan gangguan terhadap masyarakat terus terjadi, tentu Pemdes tidak akan tinggal diam,” tegas Arief. 

Pemdes Socorejo selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban dan pihak terkait untuk memastikan kejadian tersebut mendapatkan verifikasi dan penanganan sesuai kewenangan masing-masing. 

Arief menegaskan bahwa langkah Pemdes bukan ditujukan untuk menghambat kegiatan usaha maupun investasi. 

“Industri harus tumbuh, investasi harus kita jaga, tetapi masyarakat juga harus dilindungi. Bagi kami keduanya bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Perusahaan yang baik justru tumbuh bersama dan menghormati masyarakat di sekitarnya," katanya.  

Pemerintah Desa Socorejo berharap Manajemen PT IMB menunjukkan itikad baik, keterbukaan dan tanggung jawab serta segera membangun komunikasi dengan Pemdes dan masyarakat agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dan tidak kembali terulang. 

Soal keluhan bau, HRD PT IMB saat dihubungi dalam waktu dekat berjanji akan menyampaikan rilis resmi yang berisi statemen resmi pimpinan PT IMB. Saat ini pihak internal sedang menyusun keterangan berdasarkan fakta di lapangan. 

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban belum merespon terkait keluhan bau yang dirasakan warga Desa Socorejo. 

Baik Kepala DLHP Tuban, Anthon Tri Laksono maupun Kabid Lingkungan Hidup, Andik Setiawan telah dikonfirmasi dan belum memberikan statement resmi perihal bau yang diduga berasal dari PT IMB. 

Perlu diketahui, PT IMB pada 1 Agustus 2024 lalu juga pernah didemo oleh warga Socorejo terkait masalah lingkungan. PT IMB merupakan salah satu pabrik yang berdiri di Kawasan Industri Tuban (KIT). 

Kawasan Industri Tuban (KIT) sendiri dikembangkan dan dikelola oleh PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dengan luasan kurang lebih 233 hektare. Perusahaan ini merupakan bagian dari grup BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Selain di bawah SIG, PT KIG juga dimiliki secara patungan bersama PT Petrokimia Gresik. 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Sabtu, 05 Sep 2026 13:35 WIB
Minggu, 06 Sep 2026 16:56 WIB
Rabu, 02 Sep 2026 15:35 WIB
Berita Terbaru