MOJOKERTO | harianduta.id - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memberangkatkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/9/2026). Bantuan tersebut merupakan donasi pemerintah, lembaga, komunitas, hingga masyarakat Kota Mojokerto.
Pemberangkatan bantuan dilakukan dari Balai Kota Mojokerto. Bantuan selanjutnya diberangkatkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto.
Cak Sandi, sapaan akrab Wawali mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud persaudaraan antarsesama warga bangsa yang sedang menghadapi musibah.
“Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Kita membantu bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan karena sadar bahwa giliran itu bisa saja suatu saat terjadi kepada kita,” ujar Cak Sandi.
Menurutnya, nilai bantuan tidak semata-mata diukur dari nominalnya. Yang lebih penting adalah kepedulian masyarakat terhadap korban bencana yang bahkan belum pernah mereka temui secara langsung.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja, termasuk di Kota Mojokerto. Karena itu, solidaritas kepada korban bencana di NTT diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah sendiri.
“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bergotong royong. Harapan saya, kepedulian seperti ini tidak hanya berhenti sebagai peristiwa, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kita sebagai warga kota,” katanya.
Sementara itu Ketua Gerakan Persaudaraan Kemanusiaan dan Kebencanaan Mojokerto, Kristin Dwi Arini, mengatakan donasi dihimpun sejak 22 hingga 31 Agustus 2026. Hingga saat ini, terkumpul donasi uang sebesar Rp.99.233.412,- dan bantuan logistik senilai Rp.46.961.000,-, sehingga total keseluruhan bantuan yang dihimpun mencapai Rp.146.194.412,-
Bantuan logistik yang terkumpul antara lain sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, terpal, selimut, bantal, tikar, dan bahan makanan.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Kita bisa membuktikan bahwa ketika di ujung Indonesia ada musibah, kita di sini tidak tinggal diam,” kata Kristin.
Penggalangan bantuan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kota Mojokerto, Baznas, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online. Sebelumnya, para relawan juga menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.ywd
Editor : Imam Ghozali