LAMONGAN | harianduta.id - Anies Baswedan melihat langsung progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut menghadapi tantangan cukup besar, terutama kondisi wilayah yang kerap dilanda banjir serta karakteristik tanah di sekitar lokasi.
Anies mengatakan, berdasarkan cerita masyarakat setempat, kawasan tersebut selama ini menjadi wilayah yang sering mengalami banjir. Kondisi sungai yang terlihat kecil saat musim kemarau, menurutnya, berubah drastis ketika musim hujan tiba.
Baca juga: Dinkes dan RSI Nashrul Ummah Beri Penjelasan
“Kalau menurut cerita yang kami terima dari masyarakat setempat, itu tidak pernah berhenti banjir. Dan ketika melihat sungai tadi, ini kan musim kering, sangat kering. Jadi sungainya kecil. Tapi mereka semua cerita, nanti kalau sudah musim hujan, itu menjadi sebuah areal yang bentangan sungainya itu lebar,” kata Anies.
Ia menyebut jembatan yang dibangun memiliki bentang sekitar 55 meter. Tantangan lainnya adalah kondisi tanah di kanan dan kiri jembatan yang merupakan tanah hasil sedimentasi sehingga memiliki karakter lembek.
“Tanah di kanan kiri jembatan itu tanah hasil sedimentasi sehingga lembek. Efeknya, teman-teman tadi menceritakan harus menggunakan pancang yang dalam sampai 25 meter,” ujarnya.
Gotong Royong Bersama Warga
Anies menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan melalui gerakan gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan teknis, penyediaan material, hingga masyarakat setempat.
Menurutnya, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan material maupun tenaga ahli, tetapi dilakukan bersama warga hingga proses pembangunan selesai.
Baca juga: Sukarela, Tidak Ada Pungutan untuk Pengadaan Laptop
“Dalam program ini kami lakukan gerakan gotong royong. Aksi bersama datang dengan membawa pengetahuan, lalu orang-orang yang memiliki kemampuan membangun, material, tapi nanti pembangunannya bersama dengan warga,” jelasnya.
Ia mengatakan pola gotong royong tersebut menjadi bagian dari model pembangunan jembatan yang dilakukan di berbagai daerah.
“Gotong royong dengan warga setempat sampai di ujung proses. Gotong royong ini selalu kita kerjakan di manapun kita membangun jembatan,” katanya.
Warga Antusias
Baca juga: Fokus Kebutuhan Prioritas Pembangunan dan Pelayanan Publik Optimal
Anies juga mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat ketika dirinya datang meninjau lokasi. Warga dari dua desa yang berada di seberang sungai berkumpul untuk menyambut kedatangannya.
“Saya malah nggak mengira, tapi Masyaallah luar biasa. Kami datang itu kumpul semua warga dari dua desa yang berseberangan dipotong oleh sungai, penuh sekali,” tuturnya.
Menurut Anies, kedatangannya ke lokasi sebenarnya dilakukan tanpa pemberitahuan secara luas kepada masyarakat.
“Kita kan datang senyap ya, sebetulnya nggak woro-woro,” ujarnya. (dam)
Editor : Imam Ghozali